Home TECH Turbulensi Dolar di Industri Telko, ‘Mualnya’ Perlahan

Turbulensi Dolar di Industri Telko, ‘Mualnya’ Perlahan

53
0
SHARE
Turbulensi Dolar di Industri Telko, 'Mualnya' Perlahan

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberi dampak negatif pada kelangsungan berbagai sektor bisnis, termasuk industri telekomunikasi. Namun di bisnis halo-halo, dampaknya tidak begitu cepat terasa.

“Secara jangka pendek memang tidak begitu terasa. Tapi memang efeknya baru terasa di jangka panjang,” ujar Alexander Rusli, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indoensia (ATSI) di Forum Group Discussion Industri Telko di Tengah Turbulensi Mata Uang yang berlangsung di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Menurut pria yang kerap disapa Alex ini, investasi yang saat ini berjalan menggunakan kurs dolar pada beberapa tahun lalu. Sementara kurs saat ini akan digunakan sebagai acuan investasi ke depannya. “Dolar naik sekarang, baru akan terasa dampaknya 1,5-2 tahun mendatang,” ujarnya.

Jika nilai rupiah terus menurun, kata Alex, dampak yang akan dirasakan adalah kualitas dan jangkauan yang menurun. Meskipun capital expenditure (capex) yang dikeluarkan tetap, karena nilai dolar tinggi maka jumlah jasa atau barang yang dibeli akan diefisiensikan alias dikurangi.

Namun Alex tidak menyebutkan apakah nantinya akan terjadi kenaikan tarif. Akan tetapi pria yang juga menjabat sebagai CEO Indosat ini mengatakan bahwa tarif di Indonesia tergolong paling murah di dunia. “Tarifnya sepertiga lebih murah ketimbang India,” tegasnya.

Alex memastikan migrasi ke LTE tidak akan melambat. Sebab hal tersebut tak akan berpengaruh langsung terhadap nilai tukarrRupiah. “Karena hanya upgrade teknologi saja, tidak perlu banyak mengimpor lagi,” pungkasnya.

(ash/ash)

Baca Artikel Tentang Teknologi Disini