Home BUSINESS Teka-teki Foxconn, Jadi Gak Bangun Pabrik di Indonesia?

Teka-teki Foxconn, Jadi Gak Bangun Pabrik di Indonesia?

102
0
SHARE

Jakarta – Rasanya sudah lama Foxconn Technology Group, pabrik elektronik terbesar dunia yang jadi mitra utama Apple dalam produksi iPhone, berniat membangun pabrik di Indonesia. Sebenarnya, bagaimana perkembangan rencana Foxconn tersebut, jadi atau tidak membangun pabrik di sini?

Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (2/9/2015), awalnya ada pemberitaan kalau Foxconn telah membatalkan niat berinvestasi di Indonesia karena masalah lahan. Hal itu bersumber dari perkataan Suryo Bambang Sulisto, Ketua Kadin.

Tapi belakangan, pernyataan itu dibantah I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika. Menurutnya, rencana Foxconn belum berubah. Tapi tidak dijelaskan lebih lanjut sampai tahap mana rencana itu.

Foxconn sendiri tidak mau berkomentar banyak. “Seperti yang kami katakan dalam beberapa kesempatan, Foxconn akan mempertimbangkan investasi di Indonesia atau pasar lain hanya jika masuk akal dalam hal komersial, ” demikian pernyataan perusahaan asal Taiwan ini.

“Kami akan terus mencari kesempatan berinvestasi di Indonesia seperti yang kami lakukan di pasar lain dan akan menyediakan update hanya jika perusahaan memang sudah punya sesuatu untuk diumumkan terkait dengan rencana investasi ini,” tambah mereka.

Tahun lalu, Foxconn berniat menanamkan investasi sampai USD 1 miliar di Indonesia. Kemungkinan terkait karena pemerintah Indonesia akan mensyaratkan sebagian komponen smartphone harus diproduksi di dalam negeri atau TKDN (tingkat kandungan dalam negeri).

Namun sepertinya pembicaraan dengan otoritas tak kunjung menemukan titik temu. Kabarnya, Foxconn ingin lahan gratis untuk membangun pabrik tapi belum dikabulkan pemerintah.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang jadi sasaran investasi Foxconn. Tidak seperti di sini yang masih berlarut-larut, Foxconn telah memastikan membangun pabrik baru di India untuk memproduksi smartphone dengan nilai investasi USD 5 miliar atau lebih dari Rp 67 triliun.

(fyk/rns)

Baca Artikel Tentang Bisnis Disini