Soal Standar Euro Lebih Tinggi, Industri Tunggu Pemerintah dan Kesiapan Masyarakat

Soal Standar Euro Lebih Tinggi, Industri Tunggu Pemerintah dan Kesiapan Masyarakat

47
0
SHARE
Soal Standar Euro Lebih Tinggi, Industri Tunggu Pemerintah dan Kesiapan Masyarakat

Tangerang Selatan – Kalangan industri kendaraan bermotor di Indonesia menyatakan siap untuk menerapkan teknologi dengan standar Euro yang lebih tinggi setiap saat. Bagi mereka, kesiapan pemerintah dalam menopang pemakaian teknologi itulah yang justru mereka tunggu.

“Kita kapan pun siap, karena penerapan ini kan bukan semata-mata soal teknologi saja tetapi juga dukungan infrastruktur seperti ketersediaan bahan bakar yang cocok, dan lain-lain,” tutur Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di sela-sela seminar Future Mobility di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, di ICE-Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (25/8/2015).

Menurutnya, semua merek atau pabrikan kendaraan bermotor saat ini sudah mengembangkan teknologi kendaraan buatannya untuk siap menerapkan standar emisi tersebut.

Artinya, dari kesiapan, kalangan industri sudah siap dengan perkembangan aturan itu. Meski, tak bisa dimungkiri, juga harus ada penyesuaian. Namun hal itu, tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

“Nah bagaimana dengan ketersediaan bahan bakar, karena tentu ada spesifikasi khusus untuk itu. Misalnya standar Euro4, itu bahan bakar dengan RON 92 saja tidak cukup, tapi lebih tinggi,” kata Jongkie.

Hal senada juga diungkapkan Chief Engineer of Power Train Honda R and D Indonesia, Kazuhiro Akima.

Dia menyebut, pabrikan Honda telah mengembangkan teknologi secara terus menerus sesuai dengan perkembangan aturan atau standar global.

“Tapi bukan semata-mata karena aturan, pengembangan teknologi itu, didasari fakta semakin langkanya bahan bakar, aspek lingkungan, dan keenomian dalam penggunaan kendaraan. Hasilnya berbagai teknologi ramah lingkungan yang saat ini bisa digunakan kapan saja, termasuk di Indonesia,” ucapnya.

Hanya, seperti halnya Jongkie, dia menanyakan kesiapan infrastruktur yang dibangun pemerintah termasuk ketersediaan bahan bakar yang sesuai.

Bahkan, Honda juga memiliki teknologi yang cocok dengan potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya bahan bakar alternatif.

“Honda memiliki kendaraan dengan teknologi yang berbahan bakar CNG (Compressed Natural Gas). Indonesia, juga mempunyai banyak bahan bakar ini,” kata dia.

Persoalan selain kesiapan infrastruktur adalah, kesiapan mental masyarakat. Baik Jongkie maupun Akima menyebut, tak sedikit masyarakat beranggapan kendaraan berbahan bakar CNG mempunyai tenaga dan torsi yang lebih rendah. Walhasil, ada kengganan untuk menggunakannya.

Baca Artikel Tentang Otomotif Disini