Home BERITA PILIHAN Raja Sengon Punya 150 Motor Jadul, Tak Bakal Dijual

Raja Sengon Punya 150 Motor Jadul, Tak Bakal Dijual

24
0
SHARE

BANYUWANGI, Raja Sengon Punya 150 Motor Jadul, Tak Bakal Dijual – Pria asal Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Muncar, Banyuwangi, Wahyu Widodo heboh di media sosial. Pria itu disebut tajir melintir saking kayanya. Pria dengan julukan Raja Sengon itu juga memiliki koleksi mobil dan motor. Ada mobil keren, sampai motor jadul.

Wahyu mengaku memiliki 8 mobil dan 150 unit motor koleksinya. Untuk mobil, dia mengaku memiliki 1 unit Alphard, mobil sport Toyota 86, Honda New Civic dan masih banyak lagi. Ratusan motor tua berjejer sampai berdebu di rumahnya.

“Itu yang berderet motor tua itu Joko loro (teman seperjuangan) ketika saya miskin dulu,” kata Si Raja Sengon saat di langsir detikoto, dijumpai di rumahnya.

Wahyu mengaku tak akan menjual motor-motor koleksinya. Sebab, motor itu punya cerita tersendiri ketika menemani Wahyu berjuang dulu.

“Nggak akan saya jual semua. Karena ada sejarahnya, ada memorinya. Joko Loro (teman seperjuangan) itu loh,” ujar Wahyu.

Untuk puluhan motor tua, diakui merupakan barang koleksinya sejak dirinya berjuang hingga menjadi pengusaha yang sukses. Motor-motor itu dibiarkan tergeletak di halaman rumahnya dan gudang.

“Kurang lebih 150. Ada di gudang satunya lagi. Ini dipakai jualan ikan asin, ke Tulungagung, ke Mojokerto, keliling semua dulu. makanya nggak ada yang saya jual semua ini,” ucap Wahyu.

Selain itu juga Wahyu Menjelaskan dari 150 motor  yang saat ini dikumpulkanya  sebagai koleksi sejarah semasa kondisi ekonominya masih sulit atau susah puluhan tahun lalu.

Setiap motor yang dikoleksinya memiliki riwayat atau sejarah yang berbeda mulai menjadi tukang rongsokan, pedagang ikan laut keliling, penjual es hingga pedagang asongan.  Tak hanya itu bemo bersejarah ketika menjadi kernet di salah satu kota kabupaten Jawa Timur tepatnya di Dinoyo Malang juga sempat mewarnai dalam hidupnya.

Sehingga dengan keuletan dan kegigihannya wahyu alias si raja sengon ini mampu merubah hidupnya seperti saat ini sebagai pengusaha suplayer  material dan alat berat serta jasa kontruksi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus ketua Persatuan Dagang Sepeda Motor(PDSM) Muncar.

Dengan keberhasilanya dirinya mampu berbagi rejeki bersama rekan-rekanya atau masyarakat sekitar untuk dikaryakan seperti saat ini.  Sekitar ratusan tenaga kerja yang kini menjadi karyawan dibidang usahanya untuk membantu mengentaskan pengangguran juga membantu ekonomi terhadap para pekerjanya.

“Saya akui motor-motor ini sengaja tak kumpulkan sebagai bukti riwayat yang pernah saya alami meski banyak yang mau membelinya tetapi tidak akan saya jual“ ujarnya.