Home FASHION Pertamakalinya, Desainer Bridal Tina Andrean Rilis Koleksi Batik

Pertamakalinya, Desainer Bridal Tina Andrean Rilis Koleksi Batik

111
0
SHARE
Pertamakalinya, Desainer Bridal Tina Andrean Rilis Koleksi Batik

Pertamakalinya, Desainer Bridal Tina Andrean Rilis Koleksi Batik Foto: M. Abduh/Wolipop Jakarta – Lama dikenal sebagai desainer busana pernikahan (bridal) bergaya modern, desainer Tina Andrean akhirnya terpanggil untuk mengangkat wastra tradisional. Bertempat di Gandaria City, Kamis (12/11/2015), Tina meluncurkan Heritage Culture by Tina Andrean, lini terbarunya yang fokus pada busana ready to wear (siap pakai) dan costume made berbahan utama batik.

Peluncuran ditandai dengan mini fashion show yang menyuguhkan 24 tampilan busana (look) dari lini tersebut. “Lini ini lahir karena saya ingin ikut ambil bagian melestarikan budaya kita yang begitu beragam,” kata istri penata rambut kondang Johnny Andrean itu sebelum memamerkan koleksinya. Ia melanjutkan, ada alasan lain yang bersifat personal yang benar-benar memotivasinya untuk meluncurkan lini tersebut.

Alkisah, Tina harus menghadiri acara yang digelar dalam rangka Hari Kartini. Diwajibkan mengenakan busana batik, ia pun mulai sibuk
mencarinya di butik-butik batik namun tidak menemukan satupun busana batik yang sesuai dengan seleranya. Singkat cerita akhirnya, ia mendesain sendiri busana itu menggunakan batik tulis hasil buruannya.

“Dari pengalaman itu, saya menyimpulkan busana batik wanita untuk kesempatan formal, semiformal, cocktail dress, hingga evening dress belum terlalu banyak pilihan. Pemainnya belum banyak. Saya pun terdorong untuk menawarkannya kepada customer,” terang Tina.

Respon positif dari para klien untuk busana batik rancangannya yang dipakai sendiri itu semakin mendorong Tina meluncurkan koleksi khusus batik. Membulatkan tekadnya, ia pun mulai mendalami batik dengan belajar langsung dari para perajin batik di berbagai daerah penghasil batik di Jawa. Waktunya tidak singkat karena butuh enam bulan bagi Tina untuk benar-benar memahami seluk beluk batik, mulai dari teknik hingga filosofi batik.

“Ternyata membuat batik itu tidak mudah ya. Apalagi ketika mengolahnya menjadi sebuah busana,” katanya.

Kesulitan terbesar yang dialaminya adalah menemukan kesamaan motif dari dua sisi kain yang berbeda. “Biasa membuat gaun pengantin yang umumnya warnanya putih polos, pas menggunakan batik saya jadi agak kewalahan,” ujar Tina.

Pada koleksi perdananya, kain batik yang ia olah cukup beragam. Mulai dari batik tulis Solo yang menurutnya sangat klasik, hingga batik Pekalongan yang kaya akan warna dan lahir dari perkawinan budaya lokal dengan China dan India. Semuanya ia dapatkan langsung dari perajin. Meterialnya juga cukup beragam seperti katun, sutra satin, sutra baron, dan sutra ATBM.

“Saat ini motif masih rancangan mereka tapi sesuai dengan selera saya. Tapi saya tentunya akan membuat motif sendiri di masa mendatang,” katanya.

Bahan itu lalu diolah sesuai dengan karakternya dan garis rancagan Tina yang modern. Misal batik solo yang berkarater klasik ia gunakan untuk formal dress serta cocktail dress. Di jajaran cocktail dress, model off shoulder, two pieces dress, dan halter neck mendominasi. Sementara formal dress banyak terdiri dari ensemble two pieces, dress polos dengan jaket batik berlengan panjang yang dipakai sebagai busana kerja atau pertemuan formal.

Busana batik semi formal juga mendapat porsi di koleksi ini. Tidak ketinggalan, evening dress yang diberi tambahan aplikasi lace dan tulle untuk menambahkan kesan elegan dan anggun. Meski peragaan itu didedikasikan untuk busana ready to wear dan custome made, Tina tetap menampilkan ciri khasnya sebagai desainer busana pengantin. Maka muncul gaun pengantin bersiluet ball gown berbahan batik sebagai pamungkas.

“Sebetulnya ini baru soft launching karena koleksinya masih sedikit. Target saya pertengahan tahun depan koleksinya sudah full, sehingga bisa diluncurkan secara besar-besaran,” tambah Tina.

Koleksi berbahan batik katun dibanderol seharga Rp 5-7 jutaan. Sementara busana berbahan batik tulis sutra hadir mulai dari harga Rp 10 jutaan. Lalu satin sutra dengan tambahan aplikasi lace dan tulle dijual seharga Rp 20 jutaan. Gaun pengantin dibanderol lebih tinggi, sekitar Rp 35 jutaan karena terbuat dari batik tulis dengan tambahan permainan brokat. Untuk Melihat Koleksi foto selengkapnya, anda bisa klik disini

(dng/int)

Baca Artikel Tentang Fashion Disini