Home APLIKASI Kota Tua Jadi Saksi Mata Pertama Kecanggihan 5G dan WiGig

Kota Tua Jadi Saksi Mata Pertama Kecanggihan 5G dan WiGig

12
0
SHARE

wildanjsaputra.com, JAKARTA, Kota Tua Jadi Saksi Mata Pertama Kecanggihan 5G dan WiGig Di zaman yang serba modern dan terhubung seperti sekarang ini tentu kita tak bisa lepas dari yang namanya internet dan WiFi.

Beberapa peneliti bahkan kini sedang mengembangkan teknologi terbaru dengan kecepatan tinggi, seperti 5G dan Wigig.

5G sendiri merupakan evolusi dari teknologi 4G (LTE) dan dipastikan memiliki beberapa keunggulan yang lebih dari teknologi 4G. Sedangkan WiGig, dilansir dari Berita Teknologi, sebenarnya masih sama dengan WiFi, yakni terhubung secara nirkabel, namun memiliki jangkauan yang jauh lebih cepat.

Kalau kecepatan WiFi tertinggi 802.11 ac adalah 1,3Gbps, WiGig mampu menembus kecepatan hingga 7Gbps. Bayangkan saja di masa depan kamu bisa melihat kota Jakarta mengunduh data dalam hitungan detik saja.

Menariknya, teknologi 5G dan WiGig ini telah diuji coba oleh perusahaan telekomunikasi XL Axiata di Kota Tua, Jakarta pada Senin (20/8/2018). Jaringan 5G diproyeksikan untuk diterapkan pada sejumlah aktivitas pengelolaan lingkungan perkotaan.

5G

Menurut penjelasan CEO XL Axiata, Dian Siswarini, selain secara teknis mampu memberikan keunggulan pada kecepatan hingga 20 Gbps dan kestabilan tinggi, teknologi ini juga mampu memberikan koneksi yang lebih mudah kepada siapa aja, baik user individu maupun industrial.

Teknologi 5G akan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan terhadap ketersediaan infrastruktur layanan data yang berkualitas hingga ke pelosok-pelosok daerah yang selama ini masih cukup membebani operator,” ungkapnya.

Bicara tentang Smart City, 5G sendiri menyediakan koneksi yang dapat meningkatkan kontribusi industri telekomunikasi pada upaya percepatan pembangunan nasional di berbagai bidang.

Misalnya saja, pada demo pengelolaan sampah yang dilakukan di area Museum Fatahillah ini.

Terlihat teknologi 5G yang terhubung dengan sensor dapat memberikan informasi mana saja titik-titik pengumpulan sampah, yang sudah terintegrasi dengan pusat pengendali informasi.

Melalui sensor ini maka akan secara otomatis suatu titik lokasi pengumpulan sampah yang sudah penuh akan mengirimkan tanda khusus yang berarti sampah harus segara diambil. Sistem ini bahkan juga bisa dilengkapi dengan kamera dan GSP untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait lokasi titik lokasinya”, ungkap Yessie D. Yosetya, Chief Service Management Officer XL Axiata.

Konsep pemanfaatan teknologi 5G juga akan diterapkan pada pengelolaan taman.

Keberadaan 5G juga menjadi penopang sistem informasi untuk monitoring dan penanganan dalam memastikan kadar air atau kelembapan tanah.

Melalui jaringan 5G, perangkat monitoring akan bisa mendeteksi kadar air, dan pada waktu yang bersamaan akan bisa mengirimkan perintah penanganan yang diperlukan.

Misalnya, jika terdeteksi tingkat kelembapan berkurang, maka perangkat tersebut akan segera mengirimkan perintah kepada perangkat lainnya untuk melakukan penyiraman. Karena sistem ini bisa bekerja selama 24 jam/7 hari dalam sepekan, maka pekerjaan mengelola taman-taman kota akan bisa dijalankan dengan lebih efisien.

Teknologi 5G memiliki keunggulan antara lain berupa kemampuan mengantar pengiriman data hingga 20Gbps. Selain itu juga memiliki latency atau waktu jeda layanan yang sangat rendah (<=1ms end to end latency) dan mampu mendukung koneksi simultan hingga sekitar 2.000 pengguna aktif.

Dari sisi energi, teknologi 5G juga memerlukan energi yang lebih hemat, yaitu mampu 1.000 kali lebih efisien dibandingkan dengan teknologi perangkat yang dipergunakan hari ini. Karena kemampuan ini pula,maka 5G mampu mendukung lahirnya sejumlah layanan baru, seperti mobil otonom, otomatisasi dan robotik dalam industri, juga aplikasi kedokteran.

WiGig

Sesuai namanya, WiGig atau Wireless Gigabit Alliance, dapat membuat apartemen atau rumah anda mampu mengunduh data dengan kecepatan gigabit.

Kalau download MB (megabit) tuh kayaknya so yesterday. Nah, WiGig ini baru ada di kota Fransisco, yang kedua adalah Jakarta. Oleh karena itu, visi kami adalah membuat setiap rumah atau apartemen di Jakarta memiliki WiGig dengan frekuensi 1Gbps seharga 100 ribu,” ungkap Yessie.

Untuk bisa menikmati WiGig ini pelanggan perlu menggunakan homeunit yang memiliki spesifikasi teknologi WiGig (802.11ad/802.11ay) atau menggunakan smartphone dengan spesifikasi teknologi WiFi umumnya (802.11a/b/g/n) maupun yang terbaru (802.11ac).

Di Kota Tua sendiri, uji coba WiGig dilakukan pada sistem pemantauan kondisi lingkungan perkotaan melalui kamera surveillance atau CCTV.

Dengan menggunakan teknologi WiGig, maka pemantauan melalui kamera menjadi lebih baik secara kualitas tampilan. Teknologi WiGig akan mampu menopang pengiriman data dalam format video yang berkapasitas besar secara cepat dan dalam kualitas gambar yang baik.

Bahkan, dengan teknologi canggih ini, monitoring lingkungan bisa pula menggunakan kamera yang 360 derajat untuk pemantauan.

Teknologi 5G memang baru akan hadir pada tahun 2020, namun untuk WiGig sendiri akan segera diluncurkan. Tidak perlu lagi penasaran apakah Indonesia sudah siap menerima koneksi internet yang secepat ini, karena XL Axiata sudah melakukan uji coba dan Kota Tua pun bisa menggunakan WiGig secara gratis!