Kisah Aylan Kurdi Yang menyediahkan ?

Kisah Aylan Kurdi Yang menyediahkan ?

138
0
SHARE
Aylan kurdi

Kisah Aylan Kurdi Yang menyediahkan ? Kisah Aylan Kurdi (3) hanya menjalani hidup yang sangat singkat di dunia, tiga tahun.
Deritanya terus mencabik-cabik perasaan karena bocah itu menjadi korban keganasan perang di Syria antara pasukan Assad dan pasukan ISIS, yang sama-sama haus darah.
Kedua pihak saling serang dan membunuh siapa saja, termasuk anak-anak seperti Aylan Kurdi.
Karena itu, Aylan Kurdi dan keluarganya, termasuk kakaknya, Galip Kurdi (5) berupaya untuk menyelamatkan diri.
Sayangnya, kapal mereka tenggelam, mereka pun menjadi korban tewas, termasuk ibu mereka, Rihan (35).
Sejumlah foto yang disajikan di media massa terkemuka di Inggris pun menjadi sajian yang menggedor-gedor perasaan yang menyaksikannya.
Hingga Jumat (4/9/2015), keprihatinan terhadap nasib yang dialami Aylan Kurdi terus terdengar di mana-mana, sejumlah warga Inggris kemudian melakukan berbagai aksi untuk mengetuk hati pemerintah mereka untuk membuka pintu bagi imigran dari Syria.

Mungkin, sebagian belum mengikuti bagaimana kisah Aylan Kurdi sampai akhirnya meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi baru-baru ini di laut ganas Aegea.

Berikut ini sekelumit kisah tragis Aylan kurdi.

Krisis pengungsi sungguh menyesakkan dada saat bocah usia tiga tahun, Aylan Kurdi tidak dapat bertahan di laut lepas dan tenggelam, penemuan jasadnya langsung membuat seisi dunia shock.

Betapa tidak, bocah sekecil itu mengalami derita tiada terperikan karena harus berupaya bertahan hidup dengan upaya menyeberangi lautan luas.

Mereka berupaya melintasi sejumlah wilayah yang sangat jauh dari bekas pecahan Yugoslavia, Republic of Macedonia dan Greece (Yunani).

Terakhir, mereka ada di kota Gevgelija, Macedonia.

Sebagaimana disampaikan The Independent, Kamis (3/9/2015), yang dikutip Wartakota.tribunnews.com, sajian foto-foto perjuangan para pengungsi asal Syria itu sangat menguras air mata, mereka masih sangat kecil untuk tahu kebiadaban yang dilakukan sejumlah orang dewasa di kubu Assad dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang membunuh siapa saja, sehingga saat anak-anak di sejumlah negara bisa bermain, di Timur Tengah, anak-anak kehilangan kasih sayang, mereka harus lari untuk menyelamatkan diri.

Jumat (4/9/2015), suasana sangat mengharukan terjadi ketika bapak kandung Aylan tampak menguburkan jasad anak tercintanya.

Selain kehilangan Aylan Kurdi, dia juga kehilangan Galip Kurdi dan istrinya, Rihan.

Perjalanan antara Gevgelija-Presevo hanya sebagian perjalanan yang harus ditempuh, siapa yang tidak kuat, bisa tewas dan tenggelam, mereka berjuang untuk melintasi koridor Balkan, yang bisa membawa mereka dari Turki, kemudian melewati Greece, Macedonia, dan Serbia untuk sampai di Hungary, gerbang untuk memasuki Uni Eropa (European Union).

Sebagian kalangan masyarakat dunia bereaksi sangat keras terkait tragedi Aylan Kurdi, tidak sedikit kalangan netizen kemudian membandingkannya dengan tragedi perang di Vietnam.

Sebagian korban perang Vietnam yang diserbu tentara United States (US) yang kejam adalah kalangan anak-anak dan balita seperti salah satunya tampak dalam foto iconic berikut ini di Vietnam yang dibom oleh kekejaman pasukan US.

Kisah perang Vietnam yang menelan korban tidak terhitung itu, termasuk di kalangan anak-anak yang tidak berdosa, mungkin sedang terjadi lagi, khususnya di kawasan Syria.

Di bagian dunia lainnya, hidup Aylan penuh ketakutan karena dikejar kematian, dia merupakan bagian paling menyedihkan dari serpihan kemanusiaan kita yang mulai luntur.

Sebagian kalangan mengecam penampilan foto-foto Aylan Kurdi di halaman muka media massa dunia, tapi sebagian lagi mendukung karena foto-foto tragedi kemanusiaan termasuk yang dialami Aylan Kurdi diharapkan bisa menyentuh perasaan siapa saja yang menyaksikannya agar perang yang berkecamuk bisa segera diakhiri.

Sedangkan di Kobani, tidak ada pantai, hanya bom yang terus meledak.

Sangat memprihatinkan untuk menyaksikan korban yang terus berjatuhan, tak terhitung darah dan air mata yang tumpah.

Aylan Kurdi dan kakak kandungnya Galip Kurdi (5) harus meninggalkan Kobani untuk menyelamatkan diri hanya dalam waktu sangat singkat perjalanan hidupnya di dunia, tiga tahun, tapi dengan terus berdentumannya bom yang berjatuhan, maka hidup bocah yang belum mengerti apa-apa itu hanya dipenuhi ketakutan.

Eropa merupakan benua di mana ada sejumlah negara yang dituju Aylan dan keluarganya.

Setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer (km) melalui Turki, tiba saatnya, Aylan untuk menyeberangi laut Aegean ke laut Yunani, Kos, yang jaraknya dua mil.

Ribuan jiwa lainnya juga melakukan penyeberangan yang sama, risiko yang sama, perjalanan yang harus dilewati para pengungsi itu.

Hanya memakai baju merah menyala dan celana pendek, tiba saatnya Aylan dan sedikitnya 20 orang lainnya untuk meninggalkan pantai itu, Rabu dengan menggunakan dua buah kapal boat dari Akyarlar.

Akhirnya kapal itu tenggelam karena kelebihan muatan di mana 12 jiwa ikut tenggelam, termasuk lima orang anak-anak termasuk Aylan kurdi.

Aylan dan kakaknya Galip (5), dan ibu kandung mereka, Rihan (35) tidak pernah menapakkan kaki mereka sampai Eropa.

Tubuh mereka ditemukan di pantai Bodrum, mereka tenggelam di laut yang ganas.

Tubuh Aylan diangkat oleh anggota polisi Turki dengan luka di bagian perut bocah tersebut.

Kisah lautan pengungsi itu memang sangat menyayat hati.