Jepang Delapan Raih Emas, Indonesia Dapat Empat Emas

Jepang Delapan Raih Emas, Indonesia Dapat Empat Emas

72
0
SHARE

Jakarta – Kejuaraan Dunia Karate Junior, Kadet, dan U-21 telah usai digelar 12-15 November 2015. Jepang menjadi tim dengan pengumpul medali emas terbanyak, delapan medali. Indonesia mendapatkan empat emas.

Dalam ajang yang dihelat di International Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Jepang berhasil mengumpulkan sebanyak 18 medali. Rincian nya, delapan medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.

Sementara di posisi kedua ditempati Turki dengan perolehan 7 medali emas, satu perak, dan lima perunggu, kemudian Mesir yang menempati posisi tiga, dengan rincian enam medali emas, delapan perak, dan tujuh perunggu. Sementara Indonesia hanya empat medali emas.

Dibanding dua tahun lalu, kejuaraan dunia tahun ini cukup banyak memberikan kejutan. Jepang yang dua tahun lalu hanya berhasil menempati posisi dua kini berubah menjadi negara karate terkuat setelah menempati posisi pertama pada kejuaraan dunia karate junior 2015.

Sebaliknya, Mesir justru melorot ke posisi tiga dan Turki yang pada saat WKF 2013 hanya menempati posisi empat, kini berubah menjadi terbaik kedua di tahun ini.

Sementara Indonesia yang di edisi sebelumnya sama sekali tidak meraih medali, justru berjaya dengan menempati posisi empat, dengan torehan empat medali emas. Ahmad Zigi Zaresta menjadi karateka pertama yang mempersembahkan gelar buat ‘Merah Putih’.

Dia meraih medali emas di nomor kata junior putra di hari pembuka. Kemudian disusul dua emas lainnya dipersembahkan Ceyco Georgia Zefanya (Kumite +59 kg putri) dan Faqih Karomi (Kumite -70 kg putra), di hari kedua. Indonesia mendapat satu tambahan medali emas di hari ketiga atas nama Muhammad Fahmi Sanusi ( Kumite junior -76 kg putra).

“Alhamdullilah kami semua puas dengan hasil yang ditorehkan atlet-atlet Indonesia hari pertama, kedua, ketiga, sampai hari terakhir. Peningkatan mereka luar biasa ketimbang persiapan kami pada tahun-tahun lalu,” kata pelatih kepala Mursalim Badoo.

“Persiapan kami tahun ini cukup banyak, sekitar satu setengah bulan. Biasanya kan hanya seminggu. Selain itu, atlet yang diturunkan untuk tahun ini full team (35 orang). Biasanya kalau kami main ke negara luar hanya dua atlet saja yang dibawa. jadi semangat kebersamaan atlet-atlet yang mendukung itu tidak ada. Jadi seperti itu,”

Indonesia sejatinya bisa menambah pundi-pundi medalinya di hari terakhir penyelenggaraan. Tapi harapan itu pupus, setelah Febi Ramadhan Saputra, gagal dalam perebutan medali perunggu di nomor Kumite -84 kg.

“Dari pengurus sebenarnya menargetkan hanya satu perunggu untuk semua nomor. Tapi ini sudah dapat empat emas ini kan luar biasa dan sebuah sejarah. Kami ini merasa seperti bermimpi,” ungkapnya.

“Ya, mungkin karena kita tuan rumah juga dan ada semangat kebersamaan tim tadi, yang akhirnya membuat kita juara. Selama ini kan kalau atlet yang dikirim ke luar negeri adalah best on the best, dua orang. Kalau sekarang kan benar-benar full team, jadi kelihatan atlet-atlet potensi yang ada tersebar di daerah.”

Mursalim menyebut faktor finansial yang menjadi penyebab karateka Indonesia kurang bersaing jika bertanding di negara luar. Untuk itu, ia berharap ke depannya pihak swasta dan pemerintah bisa memperhatikan karateka-karateka Indonesia.

“Semua persoalan cabang olahraga pasti ujung-ujungnya masalah uang. Bapak angkat memang ada tapi mungkin mereka menganggap kalau kejuaraan-kejuaraan yang sifatnya singel event seperti ini dianggap remeh, hanya kejuaraan antara menuju SEA Games dan Asian Games. Beda dengan negara luar, yang sifatnya kejuaraan seperti ini justru diperhatikan.

“Jadi memang ada perbedaan keinginan antara pelatih dengan pengurus. Kami pelatih pikir teknik, pengurus pikir duit. Padahal junior ini yang merupakan cikal bakal di pelatnas nanti.”

“Yang jelas kami harap ke depan bisa lebih baik lagi. Dari segala segi, seperti pembiayaan, pembinaan, segala-galanyalah. Supaya jangan sampai ini menjadi awal kita semua, tapi tidak pernah bejalan. Jalan ditempat. Supaya di Kejuaraan Dunia dua tahun mendatang bisa cetak prestasi yang lebih lagi,” pungkasnya.

(mcy/cas)

Baca Artikel Tentang Sports Disini