Intip Hotel Paling Ramah Lingkungan di Pulau Bali

Intip Hotel Paling Ramah Lingkungan di Pulau Bali

55
0
SHARE

Terlepas dari image resor atau hotel mewah dengan beragam fasilitas yang memanjakan, hotel yang letaknya di kaki Gunung Batukaru ini hadir memperlihatkan bahwa konsep ramah lingkungan bukan hanya perkara hemat listrik saja.


Jangan kaget kalau saat kalian datang ke salah satu bungalo di hotel ini menemukan AC maupun televisi. Di kamar mandinya pun sabun yang disediakan bukan sabun mewah dari merek ternama seperti di resor-resor mewah pada umumnya. Di sini sabun mandi dibuat dari bahan minyak kelapa dan kedelai. Dan pemandangan di restorannya pun begitu asri, tenang dan penuh keheningan. Tak hanya itu, saat di restoran mungkin kalian tak melihat sedotan. Hal ini karena konsep ramah lingkungan yang benar-benar ingin diterapkan oleh sang pemiliknya. Seluruh menu diracik memakai bahan-bahan setempat, baik yang dipetik di kebun sendiri maupun yang dipasok oleh desa di sekitar lingkungan hotel. Hal ini membuat pemakaian bensin untuk pendistribusian makanan bisa lebih dikurangi.


Ramah lingkungan tidak berarti hotel ini mengesampingkan sisi kenyamanan untuk tamu yang bermalam di sini. Sarinbuana Eco Lodge dilengkapi dengan shower air panas, tapi daya semburnya dibatasi. Kolam renang juga tersedia di sini, hanya saja wujudnya laguna alami berdinding batu di dasar lembah. Airnya sangat segar dan bebas dari kandungan kaporit. Karena letaknya yang berdekatan dengan kaki gunung, air kolam renangnya tercurah langsung dari mata iar di perut gunung, tak jarang warga di sana langsung meminumnya tanpa harus dimasak terlebih dahulu.


Gunung Batukaru ini merupakan gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung yang memiliki ketinggian sekitar 3.031 meter di atas permukaan laut. Gunung Batur sendiri memiliki ketinggian sekitar 2.276 meter di atas permukaan laut. Kawasan Gunung Batukaru merupakan penadah hujan dan hulu sebagian besar sungai di bagian Bali Tengah yang juga menjadi kawasan konservasi Cagar Alam Batukaru. Menariknya lagi, ketika Anda mencapai puncak, Anda akan menemui Pura Puncak Kedaton yang menjadi pura tertinggi di pulau Bali.


Karena letaknya yang dekat dengan kaki gunung, hotel ini memang sangat jauh dari pusat keramaian. Bagi kalian yang ingin mencari ketenangan yang seutuhnya, bisa jatuhkan pilihan untuk bermalam di hotel ini. Jaraknya hampir tiga jam dari bandara. Banyak tamu yang datang ke sini harus merelakan sinyal ponselnya yang tiba-tiba raib total dan hanya ada satu atau dua mobil yang lewat perharinya.


Setiap tamu hotel yang menginap di hotel ini, ditawarkan untuk mendukung kegiatan melestarikan lingkungan. Salah satunya adalah dengan menyumbang Rp 25.000, tamu berarti membeli satu tunas dari petani. Tiga kali per tahun, tunas-tunas hasil sumbangannya itu ditabur di lereng Gunung Batukaru.


Hal lain yang mungkin bisa dicontoh, di hotel yang sempat mendapat penghargaan 2 kali dalam Wild Asia Responsible Tourism Award dan memenuhi 29 kriteria dari 33 total kriteria ini melatih warga lokalnya untuk menjadi pemandu trekking. Mereka akan mengajak tamu mendaki lereng Batukaru dan menyapa para penghuninya mulai dari burung hingga anggrek.


Beberapa aktivitas yang ditawarkan di sana seperti birdwatching, animal feeding, yoga, motorbikes, mendaki gunung, bertemu dengan satwa liar dan aktivitas seru untuk anak juga tersedia di sini.


Ada pepatah mengatakan “seorang traveler sepatutnya tidak meninggalkan apa pun kecuali jejak“. Di Sarinbuana Eco Lodge, kita justru diajak meninggalkan sesuatu, tapi dalam wujud yang bermanfaat bagi alam. Kalian setuju dengan pepatah ini?


Baca Artikel Tentang Traveling Disini