Ini Dia Para Jawara Hackathon Merdeka 2.0

Ini Dia Para Jawara Hackathon Merdeka 2.0

61
0
SHARE

Jakarta – Babak grand final Hackathon Merdeka 2.0 akhirnya melahirkan jawara baru. Tak cuma satu, tapi dewan juri telah memutuskan empat pemenang. Siapa saja mereka yang telah melahirkan solusi aplikasi untuk bangsa ini?

Dalam keterangan yang dirilis Telkom, Senin (16/11/2015), mereka adalah Kentongan untuk kategori Kependudukan, Mobile Posyandu untuk katagori Kesehatan, serta Ayo Jaga dan Lapori yang menjadi juara bersama untuk katagori Keamanan/Kepolisian.

Babak final ini digelar di Jakarta Digital Valley (JakDiva) pada 15 November 2015 kemarin. Sejak digelar pada 24-25 Oktober, ajang yang diikuti oleh 1.700 peserta dari 28 kota ini melahirkan 70 aplikasi finalis yang mengikuti proses penjurian pada grand final.

Program ini diharapkan menjadi titik awal dimana masyarakat atau komunitas TI dapat berkontribusi lebih banyak untuk negeri sehingga semakin banyak talenta muda di bidang teknologi Indonesia yang peduli memecahkan permasalahan bangsa.

Acara ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah, Komunitas TI dan industri Startup. Pemerintah menyatakan dukungannya untuk mengintegrasi aplikasi para pemenang dengan kementerian yang relevan.

“Telkom mengambil inisiatif untuk mendukung acara Hackathon Merdeka 2.0 ini mengingat komitmen kami untuk menumbuhkan industri kreatif digital di Indonesia, apalagi tema Hackathon 2.0 kali ini yang fokus untuk memecahkan permasalahan bangsa melalui aplikasi kependudukan sangat perlu kita dukung bersama” demikian jelas Indra Utoyo, Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom.

Sebelumnya dengan dukungan Telkom yang menyediakan fasilitas serta infrastruktur di berbagai Digital Valley, Digital Lounge, Broadband Learning Center dan juga kantor-kantor Telkom yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, acara Hackathon Merdeka 2.0 telah sukses diselenggarakan 28 kota.

Yaitu, Bandung, Toba, Medan, Pekanbaru, Palembang, Belitung, Tangerang, Depok, Bogor, Bandung, Priangan Timur, Cirebon, Banyumas, Wonosobo, Semarang, Jogja, Surabaya, Malang, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Mamuju, Manado, Denpasar, Sumbawa, Ambon, Jayapura, hingga Sydney, Australia.

“Ada tiga peran penting Telkom untuk pengembangan bisnis startup yakni Bridging, Channeling, dan Katalisator,” ungkap Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin.

Dijelaskannya, pertama peran Bridging dimana Telkom menjembatani antara kubutuhan pasar dengan pelaku bisnis startup. Ini sangat penting agar startup bisa lebih yakin bahwa bisnis digital berupa aplikasi ataupun perangkat yang sedang dikembangkannya sejalan dengan kebutuhan pasar.

Peran kedua sebagai Channeling dimana startup dapat memanfaatkan saluran penjualan milik Telkom untuk masuk ke pasar.

“Telkom, khususnya unit kami di Enterprise dan Business Service menjangkau seluruh pasar Indonesia. Pasar yang paling potensial adalah UKM yang dikelola oleh Divisi Business Service. Nah, startup silahkan memanfaatkan saluran penjualan yang kami miliki. Bisa bareng-bareng masuk ke pasar atau penjualan sepenuhnya di Business Account Manager. Kita kolaborasikan dengan bagus,” promosinya.

Peran ketiga, sebagai Katalisator Telkom menginisiasi program yang dianggap sangat dibutuhkan oleh sebuah daerah atau kelompok masyarakat. “Ini yang sangat menarik karena akan melibatkan banyak pihak,” pungkas Awaluddin yang mendampingi Menkominfo Rudiantara dalam acara itu.

Untuk menopang ajang Hackathon Merdeka 2.0 ini, Telkom menyediakan bandwidth sebesar 3 Gbps. Ajang ini rencananya masih akan berlanjut dalam format Hackaton Merdeka 3.0 di akhir tahun ini dengan mengusung tema Pemberantasan Korupsi.

(rou/rou)

Baca Artikel Tentang Teknologi Disini