Home TECH CEO Acer Blak-blakan Soal Isu Merger dengan Asus

CEO Acer Blak-blakan Soal Isu Merger dengan Asus

68
0
SHARE
CEO Acer Blak-blakan Soal Isu Merger dengan Asus

Jakarta – Asus dan Acer, dua vendor terkemuka asal Taiwan ini sempat diisukan akan melakukan merger. Namun, rumor tersebut langsung dibantah oleh CEO Acer Jason Chen, dan menyebutkan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.

Chen mengklaim bahwa jika merger dilakukan, baik Asus maupun Acer akan melakukan pelanggaran terhadap aturan hukum di Taiwan, dikutip detikINET dari Ubergizmo, Senin (7/9/2015).

Pemerintah Taiwan memang tak membolehkan dua perusahaan untuk melakukan merger, jika setelah merger itu dilakukan market share perusahaanya melewati angka 70%. Menurut Chen, hal ini pasti akan terjadi jika Acer dan Asus bersatu.

Rumor merger ini berkembang setelah Stan Shih, pendiri Acer, menyebut bahwa ia sangat terbuka apabila ada perusahaan lain yang mau mengakuisisi Acer. Pertimbangan ini menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan harga saham Acer yang merosot tajam.

“Kami sambut,” jawab Shih pendek saat ditanya apakah Acer memikirkan kemungkinan perusahaannya diambil alih. Namun dia memperingatkan, siapa pun yang membelinya akan seperti mendapatkan ‘cangkang kosong’ dan rugi.

“Tim manajemen di Eropa dan Amerika Serikat biasanya sangat memperhatikan soal uang. CEO mereka bekerja untuk uang. Sedangkan di Taiwan, mereka lebih memperhatikan dari segi misi dan faktor emosional,” ujar Shih kala itu.

Bukan tanpa sebab jika Shih mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan tersebut. Penjualan terus merosot dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penurunan sebesar 33% pada Juli silam. Harga sahamnya turun hampir setengahnya sejak April silam.

Acer tercatat mengalami kerugian sebesar 2,89 miliar dolar Taiwan dalam enam bulan pertama di 2015. Kerugian juga dialami Acer pada 2011, 2012 dan 2013 di tengah terus melambatnya penjualan PC.

(asj/ash)

Baca Artikel Tentang Teknologi Disini